10 Cara Membuat Prompt AI agar Perintahmu Jelas dan Spesifik

Jessica Dima
8 Min Read
Published:
September 17, 2024
Updated:
October 13, 2026

Key Takeaways

  • Prompt AI yang baik dimulai dari instruksi yang jelas dan spesifik. Sertakan tujuan, konteks, tugas, dan format output agar hasilnya lebih relevan dengan kebutuhanmu.
  • Kualitas prompt bukan ditentukan oleh panjangnya, melainkan relevansi detailnya. Kenali audiens, gunakan kata kerja yang spesifik, dan masukkan data yang benar-benar dibutuhkan.
  • Berikan contoh dan batasan agar hasil AI sesuai harapan. Jelaskan gaya, format, hal yang perlu dilakukan (do), serta hal yang harus dihindari (don’t).
  • Selalu evaluasi dan verifikasi jawaban AI. Periksa akurasi, kelengkapan, dan kesesuaiannya dengan tujuan karena jawaban yang terdengar meyakinkan belum tentu benar. Perbaiki hasilnya melalui instruksi lanjutan yang spesifik.
  • Prompting yang efektif membutuhkan latihan dan proses berulang. Kerangka P.R.O.M.P.T dari Belajarlagi membantu menyusun instruksi secara terstruktur, memvalidasi hasil, dan menyempurnakannya agar bisa diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan.

Cara membuat prompt AI yang baik adalah menuliskan tujuan yang jelas, memberi konteks yang relevan, menyebutkan tugas secara spesifik, dan menentukan format hasil yang diinginkan. Setelah itu, periksa jawabannya dan perbaiki lewat instruksi lanjutan. Prinsip ini berlaku di ChatGPT, Gemini, Claude, maupun tools AI lainnya.

Masalahnya, banyak orang masih mengetik perintah singkat, lalu kecewa karena hasilnya terasa umum. Padahal kualitas jawaban AI sangat bergantung pada kualitas instruksi yang kita berikan.

Di artikel ini, Teman Belajar akan mempelajari:

  • pengertian prompt,
  • unsur dan rumus prompt yang baik,
  • 10 cara membuat prompt AI,
  • cara menyesuaikannya untuk ChatGPT, Gemini, Claude, hingga prompt gambar,
  • contoh prompt siap pakai.

Kalau kamu benar-benar baru mengenal AI, panduan belajar AI untuk pemula bisa jadi bekal awal sebelum lanjut ke sini.

Apa itu Prompt AI?

Prompt AI adalah perintah atau instruksi berupa teks yang kita berikan kepada model AI agar menghasilkan output sesuai keinginan. Jadi, perintah berbentuk teks yang membuat AI bekerja disebut prompt. Aktivitas menyusunnya disebut prompting, atau dalam bahasa sehari-hari, nge-prompt.

Contoh paling mudah adalah tulisan yang kamu ketik di kolom chat ChatGPT. Teks itu adalah prompt. Orang yang pekerjaannya menyusun dan menguji prompt agar hasil AI konsisten sering disebut prompt writer atau prompt engineer.

Sekilas, memberi perintah ke AI terkesan mudah: kita meminta sesuatu, lalu AI menjawab. Prosesnya memang sederhana. Kuncinya ada pada cara kita menyusun permintaan itu.

Coba bandingkan dua permintaan berikut:

  • Prompt umum: “Tuliskan undangan email profesional untuk acara webinar.”
  • Prompt lengkap: “Tuliskan email undangan webinar untuk HR Manager perusahaan menengah. Topiknya strategi retensi karyawan, pembicaranya praktisi HR dengan 10 tahun pengalaman, dan pendaftaran ditutup 20 Oktober. Nada formal tapi hangat, maksimal 150 kata, akhiri dengan ajakan mendaftar.”

Prompt pertama tetap menghasilkan email. Namun, prompt kedua memberi AI informasi yang dibutuhkan untuk menulis email yang benar-benar bisa dipakai. Pembahasan lebih lengkap soal pengertian prompt dan jenis-jenisnya juga bisa kamu baca terpisah.

Bagaimana Prompt AI Bekerja?

Prompt AI bekerja dengan cara dipecah menjadi potongan kecil yang disebut token. Model lalu memprediksi jawaban yang paling mungkin berdasarkan pola dari data latihnya dan konteks yang ada di prompt. Karena itu, makin jelas konteksnya, makin kecil ruang AI untuk menebak.

Ada tiga hal yang perlu dipahami dari cara kerja ini:

  • AI tidak bisa membaca pikiran. Ia hanya bekerja dari apa yang tertulis. Detail yang ada di kepalamu tapi tidak kamu tulis, misalnya siapa pembacanya atau seberapa panjang hasilnya, akan diisi AI dengan tebakan paling umum.
  • AI tidak bekerja seperti mesin pencari. Kamu tidak perlu menulis kata kunci. Tulis permintaan dalam kalimat utuh, seperti sedang memberi brief ke rekan kerja.
  • Jawaban yang meyakinkan belum tentu benar. Model memprediksi teks, bukan memeriksa fakta. Itu sebabnya hasil AI tetap perlu dicek.

Unsur dan Rumus Prompt AI yang Baik

Prompt AI yang baik umumnya memuat empat unsur inti: peran atau persona, tugas, konteks, dan format output. Panduan Google untuk Gemini menyebut keempatnya sebagai area utama prompt yang efektif, meski tidak semuanya wajib ada di setiap prompt.

Dalam praktiknya, unsur tersebut bisa dirinci seperti ini:

Unsur dan Rumus Prompt AI yang Baik

Dari tabel itu, rumus prompt AI sederhana yang bisa langsung kamu pakai adalah:

Sebagai [peran], [tugas] untuk [konteks atau audiens]. Gunakan [data]. Sajikan dalam [format], dengan [batasan].

Contohnya:

Sebagai konsultan pemasaran UMKM, susun rencana promosi 30 hari untuk kedai kopi lokal dengan anggaran Rp3 juta per bulan. Prioritaskan Instagram dan pelanggan di sekitar toko. Sajikan dalam tabel berisi aktivitas, estimasi biaya, jadwal, dan KPI. Tandai asumsi yang masih perlu dicek.

Tidak semua unsur harus muncul di setiap prompt. Unsur yang paling penting adalah tugas yang jelas. Sisanya ditambahkan sesuai kebutuhan.

Satu hal yang jelas bukan unsur prompt: kata sandi akun atau data pribadi yang sensitif. Jangan pernah memasukkannya ke percakapan dengan AI. Untuk pembahasan rumus peran, konteks, tugas, dan format beserta contoh sebelum dan sesudahnya, baca framework sederhana menulis prompt AI.

Checklist Penulisan Prompt AI

Checklist penulisan prompt AI membantu kamu memastikan instruksi sudah lengkap sebelum dikirim. Gunakan daftar berikut sebagai pengecekan cepat: kalau sebagian besar sudah terpenuhi, peluang mendapat jawaban yang relevan di percobaan pertama jauh lebih besar.

Sebelum menekan tombol kirim, cek dulu:

  • Apakah tujuanku sudah jelas?
  • Apakah tugasnya ditulis dengan kata kerja yang spesifik (tulis, ringkas, bandingkan, analisis)?
  • Apakah aku memberi konteks yang relevan, bukan sekadar panjang?
  • Apakah format hasilnya sudah ditentukan?
  • Apakah aku menggunakan bahasa yang ringkas dan tidak ambigu?
  • Apakah aku perlu memberi contoh?
  • Apakah prompt-ku bebas dari data sensitif?
  • Apakah tidak ada salah ketik yang bisa mengubah makna?

Prompt yang baik bukan yang paling panjang, melainkan yang paling relevan. Detail yang tidak berhubungan dengan tujuan justru bisa mengaburkan instruksi.

Perbedaan Prompt dengan Perintah

Perintah hanya menyebut apa yang harus dilakukan, sedangkan prompt yang baik juga menjelaskan tujuan, konteks, dan bentuk hasil. Contohnya, “buat caption” adalah perintah. Sementara itu, “buat 3 caption Instagram 50 kata untuk promo kelas online” sudah menjadi prompt yang lengkap.

Saat prompt dipandang hanya sebagai perintah, hasil yang didapat cenderung umum. Berikut perbedaannya:

10 Cara Membuat Prompt AI yang Baik dan Benar

Cara membuat prompt AI yang baik dan benar bisa dirangkum dalam 10 langkah:

  1. Tentukan tujuan.
  2. Kenali audiens.
  3. Tulis tugas yang spesifik.
  4. Gunakan bahasa yang jelas.
  5. Masukkan detail yang relevan.
  6. Ajukan pertanyaan terbuka.
  7. Beri peran.
  8. Sertakan contoh.
  9. Gunakan do dan don’t.
  10. Evaluasi dan iterasi.
cara membuat prompt ai

1. Tentukan Tujuan

Tentukan satu tujuan yang jelas untuk setiap prompt. Tanyakan ke diri sendiri: hasil akhir seperti apa yang aku butuhkan?

Kalau tugasnya besar, pecah menjadi beberapa permintaan. Misalnya, minta outline dulu, lalu isi per bagian. Cara ini membuat AI lebih mudah memberi respons yang relevan. Kamu juga selalu bisa melanjutkan percakapan dengan instruksi yang makin spesifik.

2. Identifikasi Kebutuhan Audiens

Jika hasilnya akan dibaca orang lain, beri tahu AI siapa pembacanya. Sebutkan detail yang relevan, seperti usia, pekerjaan, tingkat pemahaman, atau masalah yang sedang mereka hadapi.

Sertakan juga tone yang diinginkan, misalnya santai, profesional, atau empatik. Tulisan untuk HR Manager tentu berbeda nadanya dengan konten untuk mahasiswa baru. Saat AI tahu untuk siapa ia menulis, pilihan kata dan kedalaman penjelasannya ikut menyesuaikan.

3. Tuliskan Instruksi yang Spesifik

Prompt seperti “Tuliskan cerita” akan menghasilkan output yang umum, karena AI tidak tahu jenis cerita, pembaca, atau panjang yang kamu mau. Mulailah dengan kata kerja yang jelas, lalu tambahkan batasan yang penting.

Perhatikan bedanya:

  • Terlalu umum: “Buatkan strategi pemasaran.”
  • Terlalu berlebihan: puluhan instruksi yang tidak berhubungan dengan tujuan utama.
  • Lebih efektif: “Buatkan strategi pemasaran untuk kedai kopi lokal dengan anggaran Rp3 juta per bulan. Prioritaskan Instagram dan pelanggan sekitar. Susun rencana 30 hari beserta estimasi biaya dan KPI.”

Versi terakhir lebih baik bukan karena lebih panjang. Versi itu lebih baik karena tujuan, konteks, batasan, dan kriteria hasilnya jelas.

4. Gunakan Bahasa yang Jelas

AI mampu memahami berbagai gaya bahasa, termasuk bahasa gaul. Meski begitu, tulis prompt dengan kalimat yang tidak bisa disalahartikan. Hindari kata yang bermakna ganda, dan jangan mencampur banyak permintaan yang tidak berhubungan dalam satu kalimat.

Kamu juga tidak harus menulis prompt dalam bahasa Inggris. Model seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik. Kalau ingin hasilnya dalam bahasa lain, sebutkan secara eksplisit, misalnya “jawab dalam bahasa Inggris”.

5. Masukkan Detail dan Data yang Relevan

AI hanya bisa mengolah informasi yang kamu berikan. Jadi, masukkan detail dan data yang memang dibutuhkan untuk tugas tersebut, seperti spesifikasi produk, angka penjualan, atau poin catatan rapat.

Misalnya, untuk deskripsi produk:

Tuliskan deskripsi produk perawatan wajah baru sebanyak 150 kata. Tonjolkan penggunaan bahan baku alami dan proses produksi yang ramah lingkungan. Nuansanya santai dan menyenangkan. Target audiensnya generasi milenial yang mulai peduli kelestarian lingkungan.

Kalau datanya panjang, tempel atau lampirkan langsung, lalu beri tanda yang jelas, misalnya “Data penjualan: [tempel di sini]”. Dengan begitu, AI bisa membedakan mana instruksi dan mana bahan yang harus diolah.

6. Beri Pertanyaan Terbuka

Hindari pertanyaan yang hanya bisa dijawab “ya” atau “tidak”. Gunakan pertanyaan terbuka seperti apa, mengapa, atau bagaimana, agar AI memberi jawaban yang lebih mendalam.

Daripada bertanya “Apakah buku ABC cukup untuk referensi penelitian elektroplating?”, coba ganti dengan “Apa saja topik yang dibahas buku ABC, dan seberapa relevan untuk referensi penelitian elektroplating?”

Trik lain yang sering terlupa: minta AI bertanya balik sebelum menjawab. Contohnya, “Sebelum menulis, ajukan 3 pertanyaan untuk memperjelas kebutuhanku.” Cara ini membantu terutama saat kamu sendiri belum yakin detail apa saja yang dibutuhkan.

7. Minta AI berperan, Lalu Jelaskan Cara Kerjanya

Meminta AI berperan sebagai profesi tertentu, misalnya “bertindaklah sebagai koki ahli”, membantu menentukan sudut pandang dan gaya jawaban. Namun, peran saja tidak otomatis membuat jawabannya akurat.

Hasilnya lebih baik jika peran itu disertai penjelasan cara mengerjakan tugasnya:

Bantu saya mengevaluasi strategi pemasaran ini berdasarkan target audiens, anggaran, potensi konversi, dan risiko. Jelaskan asumsi yang kamu gunakan dan tandai data yang masih perlu diverifikasi.

Fokusnya bergeser dari “AI harus berpura-pura menjadi siapa” ke “bagaimana AI harus menyelesaikan tugas ini”.

8. Berikan Contoh Output yang Diinginkan

Memberi contoh adalah cara tercepat agar AI menangkap format atau gaya yang kamu mau. Prompt tanpa contoh disebut zero-shot prompting. Prompt yang menyertakan dua sampai tiga contoh agar AI mengikuti polanya disebut few-shot prompting.

Few-shot sangat berguna untuk hal yang sulit dijelaskan tapi mudah dicontohkan, seperti brand voice atau gaya tulisanmu sendiri. Kalau ingin AI meniru gaya tulisanmu, yang perlu kamu siapkan adalah beberapa contoh tulisanmu yang rapi.

Kamu juga bisa menyebutkan bentuk output secara langsung:

Jelaskan perbedaan content writing dan copywriting dari sisi definisi, penggunaan, dan contoh dalam bentuk tabel.

Teknik lain seperti chain-of-thought dibahas lebih lengkap di artikel prompt engineering dari nol.

9. Gunakan “Do” dan “Don’t”

Beri tahu AI apa yang perlu dilakukan dan apa yang harus dihindari. Batasan seperti ini menghemat waktu revisi.

Contohnya untuk naskah video pendek:

Buatkan naskah Reels Instagram berdurasi sekitar 1 menit dengan topik gejala burnout kerja. Gunakan kata-kata kasual dan lugas, gaya storytelling, dan hindari kalimat yang terlalu panjang.

10. Evaluasi Hasil, Lalu Iterasi

Jawaban pertama AI adalah draf, bukan hasil akhir. Periksa dulu apakah hasilnya sudah sesuai tujuan, akurat, lengkap, dan formatnya bisa langsung dipakai. Setelah itu, beri umpan balik yang terarah.

Hindari umpan balik yang samar seperti “buat lebih bagus”. Bandingkan dengan versi yang terarah ini:

Revisi artikel tadi dengan tiga perubahan: hapus pengulangan di paragraf kedua, tambahkan contoh nyata di setiap poin, dan gunakan bahasa yang cocok untuk pemula. Pertahankan struktur dan fakta yang sudah benar.

Untuk angka, nama, kutipan, atau referensi, selalu cek ke sumber aslinya, karena AI bisa menyajikan informasi keliru dengan sangat meyakinkan. Pelajari polanya lewat cara verifikasi output AI dan mengenali halusinasi AI.

Kalau sebuah prompt terbukti berhasil, simpan sebagai template. Prompt yang sudah teruji juga bisa jadi fondasi untuk mengotomasi tugas berulang dengan AI.

Cara Membuat Prompt AI di ChatGPT, Gemini, dan Claude

Cara membuat prompt di ChatGPT, Gemini, dan Claude pada dasarnya sama: tulis tujuan, konteks, tugas, dan format dengan jelas. Perbedaannya lebih banyak ada di fitur pendukung, misalnya kemampuan membaca file dan gambar, atau terhubung ke aplikasi lain.

Cara Membuat Prompt di ChatGPT

Buka ChatGPT, ketik prompt di kolom pesan, lalu kirim. Jika tugasnya melibatkan dokumen atau data, lampirkan file lewat ikon unggah. Setelah itu, sebutkan di prompt apa yang harus dilakukan dengan file tersebut.

Panduan dari akun sampai fitur ada di artikel cara menggunakan ChatGPT di HP, laptop, dan WhatsApp.

Cara Membuat Prompt di Gemini

Gemini terintegrasi dengan ekosistem Google seperti Gmail dan Docs, sehingga konteks bisa diambil dari dokumen yang sudah ada. Google sendiri menyarankan prompt ditulis dengan bahasa natural dalam kalimat lengkap, lalu dilanjutkan sebagai percakapan jika hasil pertama belum pas.

Kenali fitur dan tips lainnya di panduan Google Gemini.

Cara Membuat Prompt di Claude

Claude cocok untuk tugas yang melibatkan dokumen panjang, analisis, dan penulisan. Prinsip prompting-nya sama. Bedanya, setiap model Claude punya kekuatan masing-masing, jadi pilih model yang sesuai dengan kompleksitas tugasmu.

Perbedaannya dijelaskan di artikel mengenal model Claude dari Haiku sampai Fable.

Minta AI Membuatkan Prompt Untukmu

Bingung harus mulai dari mana? Kamu bisa meminta AI menyusun prompt untukmu. Teknik ini sering disebut meta-prompting. Contohnya:

Aku ingin membuat materi presentasi tentang manajemen waktu untuk karyawan baru. Bantu aku menyusun prompt yang lengkap untuk tugas ini. Sebelum menulis prompt-nya, tanyakan dulu hal-hal yang perlu kamu ketahui.

AI akan bertanya soal audiens, durasi, dan format, lalu menyusun prompt yang bisa langsung kamu pakai atau sesuaikan.

Cara Membuat Prompt AI untuk Gambar dan Video

Cara membuat prompt AI untuk gambar adalah mendeskripsikan subjek, latar, gaya visual, pencahayaan, dan komposisi secara jelas. Untuk video, tambahkan alur adegan, gerakan kamera, dan durasi. Makin spesifik deskripsi visualnya, makin dekat hasilnya dengan bayanganmu.

Unsur prompt gambar yang perlu kamu tulis:

  • Subjek dan aksi: siapa atau apa yang ada di gambar, dan sedang melakukan apa.
  • Latar: lokasi, waktu, suasana.
  • Gaya visual: foto realistis, ilustrasi flat, cat air, 3D.
  • Pencahayaan dan warna: cahaya pagi yang lembut, nuansa hangat, kontras tinggi.
  • Komposisi: close-up, wide shot, sudut dari atas, rasio 1:1 atau 9:16.

Contohnya:

Foto realistis seorang perempuan muda bekerja dengan laptop di kafe minimalis, cahaya matahari pagi dari jendela, nuansa warna hangat, sudut kamera setinggi mata, rasio 4:5.

Untuk prompt dari gambar, unggah foto ke AI yang bisa membaca gambar, lalu minta: “Deskripsikan gambar ini sebagai prompt untuk AI pembuat gambar, lengkap dengan gaya, pencahayaan, dan komposisinya.”

Hindari membuat gambar wajah orang nyata atau logo brand lain tanpa izin. Inspirasi lain bisa kamu cari di kumpulan contoh prompt AI untuk teks dan gambar. Tools-nya bisa dipilih dari daftar aplikasi AI gratis untuk kerja.

Jenis Prompt AI

Jenis prompt AI dibedakan berdasarkan tugas yang ingin diselesaikan. Lima jenis yang paling sering dipakai adalah classification, reasoning, creative, informational, dan instructional prompt. Mengenali jenisnya membantu kamu memilih struktur instruksi yang tepat.

Classification Prompts

Dipakai untuk mengelompokkan data ke dalam kategori yang kamu tentukan. Contoh:

Kelompokkan 20 ulasan pelanggan berikut ke kategori positif, negatif, atau netral, lalu hitung jumlah tiap kategori: [tempel ulasan].

Reasoning Prompts

Mendorong AI menarik kesimpulan logis lewat langkah-langkah penalaran. Contoh:

Toko online saya punya dua opsi: menaikkan harga 10% atau menghapus promo gratis ongkir. Jelaskan pertimbangan tiap opsi langkah demi langkah, lalu beri rekomendasi beserta asumsinya.

Creative Prompts

Cocok untuk tugas kreatif seperti copywriting, cerita, atau ide konten. Contoh:

Buatkan deskripsi karakter utama untuk cerita pendek anak-anak bertema petualangan dan keberanian.

Informational Prompts

Dipakai untuk mencari penjelasan atau fakta. Contoh:

Apa itu gerhana matahari dan bagaimana fenomenanya terjadi?

Untuk informasi faktual, tetap cek ulang ke sumber tepercaya.

Instructional Prompts

Dipakai untuk mendapatkan langkah-langkah, seperti resep, panduan DIY, atau prosedur kerja. Contoh:

Bagaimana cara menghilangkan noda kopi di kemeja tanpa pemutih? Jelaskan dalam langkah bernomor.

Contoh Prompt AI untuk Berbagai Kebutuhan

Contoh prompt AI paling mudah dipahami jika dikelompokkan berdasarkan kebutuhan kerja. Semua contoh di bawah sudah memuat tugas, konteks, dan format. Ganti bagian dalam kurung siku dengan informasimu sendiri.

Contoh Prompt AI untuk Membuat Konten

Prompt untuk carousel Instagram:

Buatkan draf carousel Instagram edukatif 6 slide dengan topik “Overthinking di malam hari” untuk audiens 20 sampai 30 tahun. Gunakan tone ramah dan empatik, maksimal 25 kata per slide, dan akhiri dengan pertanyaan yang mengajak diskusi.

Prompt untuk copywriting iklan:

Tulis 3 variasi copy iklan singkat untuk produk skincare anti-aging, target perempuan 30 sampai 45 tahun. Sorot satu manfaat utama, buat headline yang memancing rasa ingin tahu, dan sertakan call-to-action. Hindari klaim medis.

Template lain untuk riset ide, kalender konten, sampai skrip video ada di contoh prompt AI untuk konten sosial media.

Contoh Prompt AI untuk Analisis Data

Prompt untuk visualisasi data:

Berikut data penjualan per varian produk selama 12 bulan terakhir: [lampirkan file]. Buatkan bar chart tren penjualan per varian dan tuliskan 3 insight singkat dari grafik tersebut.

Prompt untuk proyeksi:

Gunakan data penjualan dua tahun terakhir berikut: [lampirkan file]. Buat proyeksi tren tahun depan, jelaskan asumsi yang dipakai, dan beri 3 rekomendasi strategi. Tandai bagian yang masih perlu divalidasi dengan data tambahan.

Variasi prompt untuk riset dan analisis lainnya bisa diambil dari 50+ prompt AI Claude untuk produktivitas kerja.

Contoh Prompt AI untuk Customer Service

Prompt untuk menjawab pertanyaan umum:

Tuliskan jawaban untuk pelanggan yang bertanya, “Mengapa pesanan saya belum sampai padahal sudah lewat estimasi?”. Gunakan data pengiriman berikut: [tempel status resi]. Awali dengan permintaan maaf singkat, jelaskan posisi paket, dan beri estimasi baru. Maksimal 80 kata, nada sopan dan hangat.

Prompt untuk menjawab keluhan:

Tuliskan balasan untuk pelanggan yang komplain karena produk rusak saat diterima. Sampaikan permintaan maaf dengan sopan, tawarkan opsi penukaran atau pengembalian dana, dan jelaskan langkah klaimnya dalam 3 poin.

Contoh Prompt AI untuk Laporan, Konten, dan Pengambilan Keputusan

Prompt untuk laporan:

Ringkas catatan rapat berikut menjadi laporan satu halaman untuk atasan: [tempel catatan]. Format: keputusan yang diambil, action item (siapa, apa, kapan), dan isu yang belum selesai.

Prompt untuk pengambilan keputusan:

Bandingkan dua vendor berikut berdasarkan harga, waktu pengerjaan, dan risiko: [tempel penawaran]. Sajikan dalam tabel, lalu beri rekomendasi beserta alasan dan asumsi yang kamu gunakan.

Untuk laporan yang akan dipresentasikan, lanjutkan dengan cara membuat presentasi dengan bantuan AI.

Contoh Prompt AI untuk Belajar dan Mengajar

Prompt untuk guru:

Buatkan materi pembelajaran 2 x 45 menit tentang ekosistem untuk siswa SMP kelas 7. Sertakan tujuan pembelajaran, kegiatan pembuka, aktivitas kelompok, dan 5 soal evaluasi pilihan ganda beserta kunci jawabannya.

Prompt untuk mahasiswa:

Jelaskan konsep elastisitas permintaan untuk mahasiswa semester awal dengan satu analogi sehari-hari dan satu contoh hitungan sederhana. Akhiri dengan 2 pertanyaan untuk mengecek pemahamanku.

Untuk kebutuhan tugas dan riset, kamu bisa melengkapinya dengan website AI untuk mengerjakan tugas atau tools AI untuk penelitian yang dipakai secara etis.

Contoh Prompt Agar AI Lebih Kritis

AI cenderung setuju dengan apa yang kita tulis. Jika butuh masukan yang jujur, minta secara eksplisit:

Kritik rencana bisnis berikut seperti investor yang skeptis: [tempel rencana]. Sebutkan 5 kelemahan terbesar, asumsi yang paling lemah, dan pertanyaan yang pasti ditanyakan investor. Jangan memuji sebelum menunjukkan masalahnya.

Butuh lebih banyak bahan latihan? Coba 15 contoh prompt Claude siap pakai atau 50 contoh prompt ChatGPT untuk berbagai kebutuhan.

Dari Prompt yang Jelas ke Cara Kerja yang Konsisten

Menulis prompt yang jelas adalah langkah awal. Supaya hasil AI konsisten, kamu perlu kebiasaan kerja yang terstruktur: menentukan hasil akhir, memberi konteks, memeriksa jawaban, dan memperbaikinya secara bertahap. Dengan begitu, prompting berubah dari coba-coba menjadi proses yang bisa diulang.

Belajarlagi merangkum kebiasaan ini dalam P.R.O.M.P.T dari Belajarlagi, yaitu kerangka enam langkah menyusun instruksi AI yang efektif, sudah dipakai di kelas Gen AI dan dapat diadopsi untuk penggunaan AI secara umum. Enam langkahnya adalah:

  1. Pinpoint the Outcome
  2. Relevant Context
  3. Outline Task & Output
  4. Make AI Think With You
  5. Probe & Validate
  6. Tune & Iterate

Contoh penerapan tiap langkahnya ada di artikel cara menulis prompt AI dengan kerangka P.R.O.M.P.T.

Mini Bootcamp Claude Belajarlagi

Membaca panduan membantu kamu memahami prinsipnya. Namun, menguasai prompting untuk pekerjaan nyata butuh latihan yang terpandu. Di Mini Bootcamp Claude Belajarlagi, kamu berlatih menyusun prompt, mengevaluasi hasil, dan menerapkannya di alur kerja sehari-hari bersama praktisi. Informasi kelas dan pendaftaran ada di halaman Mini Bootcamp Claude.

FAQ

[open]
[collapse]

Apa arti prompt dalam AI?

Prompt dalam AI adalah instruksi, pertanyaan, atau perintah berupa teks yang kita berikan kepada model AI agar menghasilkan output tertentu. Perintah berbentuk teks yang membuat AI bekerja sesuai keinginan inilah yang disebut prompt. Kegiatan menyusunnya disebut prompting, atau dalam bahasa sehari-hari disebut ngeprompt.

Apa saja unsur prompt AI yang baik?

Unsur prompt AI yang baik meliputi peran atau persona, tugas, konteks, dan format output. Unsur ini bisa dilengkapi dengan data input, batasan seperti panjang tulisan, dan contoh hasil. Tidak semua unsur wajib ada. Unsur yang paling penting adalah tugas yang ditulis dengan kata kerja yang jelas dan spesifik.

Apa beda zero-shot dan few-shot prompting?

Zero-shot prompting adalah memberi instruksi langsung ke AI tanpa contoh apa pun. Few-shot prompting adalah menyertakan dua sampai tiga contoh di dalam prompt agar AI mengikuti pola, gaya, atau format yang sama. Few-shot paling berguna untuk meniru brand voice atau gaya tulisan tertentu.

Apakah prompt AI harus ditulis dalam bahasa Inggris?

Tidak harus. ChatGPT, Gemini, dan Claude sudah memahami bahasa Indonesia dengan baik. Yang menentukan kualitas jawaban adalah kejelasan instruksi, konteks, dan format yang diminta, bukan bahasanya. Jika ingin hasil dalam bahasa lain, sebutkan secara eksplisit di prompt.

Apakah prompt AI punya batas atau limit?

Ya, ada dua jenis batas. Pertama, batas jumlah pesan yang biasanya lebih ketat di paket gratis dibanding paket berbayar. Kedua, batas panjang teks yang bisa diproses dalam satu percakapan. Kalau prompt atau dokumenmu sangat panjang, pecah tugasnya menjadi beberapa bagian agar hasilnya tetap fokus.

```html ```
#
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Belajarlagi author:

Jessica Dima

Freelance SEO content writer yang 5+ berpengalaman menulis artikel dengan berbagai topik: pekerjaan, gaya hidup, edukasi, dan kesehatan mental. Selain SEO, ia mempunyai passion khusus pada storytelling.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.