Apa Itu Virtual Assistant dan Bagaimana Peluang Kerjanya?

Jessica Dima
8 Min Read
Published:
April 25, 2025
Updated:
April 25, 2025

Apa sih sebenarnya virtual assistant itu? Dalam beberapa tahun terakhir, kita pasti sering mendengar pekerjaan ini. Terutama sejak tren bekerja dengan internet dan sistem remote makin berkembang.

Sederhananya, virtual assistant menawarkan jasa asisten ke berbagai bisnis dan bekerja secara jarak jauh. Umumnya profesi ini bekerja secara mandiri berdasarkan kontrak yang telah disepakati. Uniknya, seorang virtual assistant bisa memiliki banyak klien dari berbagai sektor industri, lho.

Sepertinya pekerjaan ini menarik juga untuk kita geluti, ya. Tugas dan kemampuan apa saja yang mesti kita miliki untuk menjadi virtual assistant? Agar kita lebih punya pemahaman mengenai apa itu virtual assistant, yuk kita sama-sama simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu virtual assistant?

Virtual assistant adalah individu yang menangani tugas-tugas manajemen kantor dari lokasi yang jauh. Nah, tugas-tugas tersebut sifatnya juga bervariasi tergantung kebutuhan klien. Maka, seorang virtual assistant juga biasanya disyaratkan memiliki keahlian atau keterampilan tertentu.

Beberapa contoh tugas umum yang virtual assistant kerjakan misalnya:

  • Merespon email tertentu
  • Menjadwalkan rapat
  • Entri data
  • Mengatur kalender klien
  • Membuat pengaturan perjalanan dinas untuk klien
  • Membuat konten
  • Social media management
  • Layanan customer service

Seorang virtual assistant biasanya tidak harus bekerja di satu perusahaan dalam satu waktu. Pekerjaan ini sangat memungkinkan seseorang untuk bekerja secara mandiri dan memilih klien mana saja. Selain itu, profesi ini pun memiliki fleksibilitas sangat tinggi karena dapat bekerja dari mana saja.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang, peluang kerja sebagai virtual assistant terbilang amat terbuka lebar. Banyak jajaran eksekutif perusahaan mencari virtual assistant guna mempermudah pekerjaannya. Meski terkesan sederhana dan fleksibel, tugas dari virtual assistant sendiri sebenarnya kompleks juga, lho.

Apa saja tugas dan tanggung jawabnya?

Meski dapat bekerja secara mandiri, beberapa virtual assistant memilih bekerja pada agen. Saat bekerja dengan agen, pengurusan kontrak kerja dengan klien memang menjadi lebih mudah. Meski begitu, penghasilan yang didapatkan biasanya tidak sebesar saat bekerja sebagai individu mandiri.

Seperti sudah kita baca sebelumnya, tugas dari asisten virtual sangat bervariasi. Mulai dari administratif hingga teknis, tergantung apa yang menjadi keahlian asisten tersebut. Dengan beragam sektor industri yang ada, tugas asisten virtual yang bisa umum kita jumpai antara lain:

  • Administrative support. Tugas paling umum dari pekerjaan ini adalah mengurus administratif. Mulai dari panggilan telepon, menjadwalkan rapat, mengingatkan personil untuk acara tertentu, mengatur perjalanan, hingga membeli perlengkapan yang dibutuhkan.
  • Customer service. Seorang klien bisa mempekerjakan asisten virtual untuk membantu urusan pelayanan pelanggan. Misalnya, menerima keluhan, memberi umpan balik ke pelanggan, membantu kesulitan pelanggan, dan lain-lain.
  • Social media management. Dalam pengelolaan media sosial, asisten virtual dapat membantu menanggapi komentar atau mengunggah konten sesuai jadwal.
  • Email marketing. Sebuah perusahaan dapat mengandalkan asisten virtual untuk menyebar campaign lewat email marketing. Termasuk membalas pesan, memantau aktivitas pelanggan, dan membuat laporannya.
  • Pembukuan dasar. Virtual assistant dengan kemampuan finansial bisa membantu melakukan pembukuan dasar klien. Cakupannya mulai dari pengelolaan anggaran, pelacakan pengeluaran, hingga pembuatan laporan.
  • Entri data. Ini juga menjadi tugas umum dari virtual assistant. Meski sederhana, tugas ini membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk mengurangi risiko kesalahan.
  • Riset. Klien dapat memakai jasa asisten virtual untuk membantu melakukan riset dengan berbagai tujuan. Entah itu penelitian, penulisan jurnal, atau pembuatan konten.
  • Content management. Asisten virtual yang bekerja bagi perusahaan sering kali diminta mendukung pembuatan konten. Baik itu di website, media sosial, dan lain-lain.
  • Website management.

Mengelola website tentu membutuhkan keterampilan teknis yang memadai. Itu sebabnya perusahaan sering kali mempekerjakan virtual assistant khusus untuk tugas ini.

Dari penjelasan tersebut, kita jadi makin paham nih ternyata ruang lingkup tugas dan tanggung jawab virtual assistant bisa luas sekali, ya. Tentu bisa kita bayangkan juga, butuh banyak keterampilan agar bisa menjadi virtual assistant yang andal.

Apa saja kemampuan yang dibutuhkan?

Sekarang coba kita cermati kemampuan apa saja yang sebaiknya kita kuasai jika ingin merintis karier menjadi seorang virtual assitant:

Komunikasi

Ini merupakan kemampuan wajib yang harus dimiliki virtual assistant. Profesi ini tidak hanya berelasi dengan klien saja, melainkan banyak orang yang berada di lingkaran klien. Kemampuan berkomunikasi harus baik untuk meminimalkan kesalahpahaman, apalagi bekerja secara remote.

Keterampilan komunikasi sebagai virtual assistant haruslah bagus dari segala aspek, baik itu verbal maupun non-verbal. Terlebih asisten virtual bisa juga menjadi penyambung lidah antara perusahaan dengan klien.

Manajemen waktu

Pengelolaan dan pengaturan waktu menjadi hal penting dalam profesi ini. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi manajemen waktu bagi klien. Saat menjadi virtual assistant, kita mesti mengatur jadwal klien sedetail dan serapi mungkin agar semua aktivitas berjalan lancar.

Sementara, banyaknya tugas dan tanggung jawab sebagai asisten virtual juga akan menuntut kita pandai dalam mengatur waktu. Setiap tugas, baik administratif maupun teknis, harus kita kerjakan semaksimal mungkin sesuai tenggat waktu yang ada. Jika manajemen waktu berantakan, bisa kita bayangkan berapa banyak tugas akan terus menumpuk.

Kemampuan riset dan komputer

Perangkat komputer umumnya menjadi hal wajib bagi seorang virtual assistant. Hampir semua pekerjaan pasti memerlukan laptop atau komputer. Oleh sebab itu, keterampilan dalam menggunakan dan mengoperasikan komputer pun harus bagus. Sederhananya, jangan gaptek!

Selain kemampuan komputer, asisten virtual juga sering dituntut untuk memiliki keterampilan riset. Itu artinya, profesi ini juga membutuhkan wawasan yang luas. Maka, sifat ingin belajar sebanyak mungkin juga dibutuhkan.

Zaman sekarang, banyak lho content creator yang mempekerjakan virtual assistant untuk membantu proses pembuatan konten. Salah satunya di bagian riset. Content creator tersebut nantinya akan banyak berdiskusi juga ke asisten virtualnya saat hendak mengeksekusi konten.

Keterampilan menulis

Asisten virtual juga seharusnya mahir dalam menulis karena salah satu tugasnya adalah membuat laporan. Kemampuan menulis di sini lebih mengarah ke bagaimana menyampaikan informasi agar mudah dicerna dan dipahami.

Selain membuat laporan, asisten virtual juga akan banyak berkomunikasi lewat email. Oleh sebab itu, keterampilan dalam penulisan email pun harus baik. Untuk mengembangkan kemampuan menulis, asisten virtual biasanya banyak belajar melalui membaca dan menyimak.

Keterampilan digital

Virtual assistant adalah pekerjaan yang erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Maka, kemampuan dalam ruang lingkup digital pun menjadi syarat utama. Profesi ini akan banyak menuntut kita untuk memahami berbagai perkembangan digital secara cepat.

Bukan saja tentang mengoperasikan device tertentu, melainkan juga bagaimana menggunakan tools yang biasanya dipakai untuk mempermudah pekerjaan. Sebut saja Notion, Trello, Asana, hingga beragam perangkat AI.

Pertanyaannya, sudahkah kita cukup menguasai keterampilan digital yang ada? Atau masihkah kita perlu memperdalam dan belajar mengenai hal itu?

Guna memperlengkapi diri dalam berkarier sebagai virtual assistant, kita bisa lho ikut berbagai pelatihan yang ada di Belajarlagi. Mulai dari Full Stack Digital Marketing, SEO Bootcamp, SMO Bootcamp, hingga berbagai Mini Bootcamp lainnya.

Ikut kelas-kelas di Belajarlagi itu serba komplit. Misalnya, belajar digital marketing, spreadsheet, SEO, media sosial, sampai AI! Semua kelas yang ada tersebut benar-benar akan sangat membantu kita dalam mengembangkan keterampilan digital secara signifikan.

Metode belajarnya pun menyenangkan dan komprehensif bersama para instruktur berpengalaman. Tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung. Pokoknya pas deh menjadi bekal buat berkarier lebih profesional.

Buat yang tertarik ikut kelas di Belajarlagi, bisa cek langsung di website, ya!

Berapa kisaran gaji virtual assistant?

Berapa kisaran gaji virtual assistant?

Karena tugas dan tanggung jawabnya bervariasi, maka gaji dari virtual assistant pun juga beragam. Bahkan, penghasilan dari bekerja secara mandiri dengan yang ikut bersama agen pun bisa berbeda. Banyak faktor yang mempengaruhi, mulai dari keterampilan, pengalaman, dan kemampuan klien.

Menurut Glassdoor, gaji seorang virtual assistant di Indonesia ada pada kisaran 4,5 juta sampai 12 juta per bulan. Namun, ada juga profesi asisten virtual yang bayarannya dihitung berdasarkan jam kerjanya. Semuanya tergantung pada kesepakatan sejak awal.

Umumnya, asisten virtual yang bekerja di perusahaan (bukan klien perorangan) bisa memperoleh gaji lebih besar. Yang menarik, pekerjaan ini memungkinkan kita memperoleh klien yang berasal dari luar negeri. Itu artinya, kita punya peluang mendapatkan gaji lebih besar.

Dengan sistem kerja remote, virtual assistant dapat menjadi salah satu pilihan karier yang menarik, nih. Apalagi jika kita tidak berdomisili di kota besar.

Baca Juga: Perbedaan Sertifikasi dan Pelatihan: Apa yang Harus Kamu Pilih?

Bagaimana cara menjadi virtual assistant?

Sampai di sini, kita mungkin makin tertarik nih menjajal karier sebagai asisten virtual. Lalu, bagaimana ya caranya memulai profesi ini? Berikut langkah-langkahnya:

Ikuti pelatihan atau kelas yang relevan

Setelah tahu kemampuan apa saja yang kita butuhkan, kita cek dulu ke diri sendiri. Kemampuan mana yang sudah dikuasai dan mana yang belum. Dari situ, kita dapat memutuskan untuk mengembangkan diri lewat ikut pelatihan yang sesuai.

Bangun portofolio

Selama ikut kelas atau pelatihan, kita biasanya diminta mengerjakan tugas atau proyek tertentu. Nah, kita jadikan itu sebagai portofolio pertama kita. Maka, pastikan kita susun portofolio sebaik dan semenarik mungkin sebagai bekal untuk mencari klien.

Bangun personal branding

Selanjutnya, kita butuh membangun personal branding sebagai virtual assistant. Cara paling praktis adalah lewat media sosial profesional seperti LinkedIn. Jika perlu, kita jangkau dan berelasi dengan lebih banyak orang lewat LinkedIn tersebut.

Cari klien

Untuk memperoleh klien, kita dapat mencari lowongan lewat berbagai situs pencari kerja. Bahkan, LinkedIn juga bisa menjadi media untuk menawarkan jasa kita ke beberapa profesional. Pastikan untuk mencari klien di situs terpercaya dan jangan lupa kita cek juga latar belakang dari calon klien tersebut.

Bangun relasi dengan para profesional

Langkah ini tidak kalah penting. Sebelum memperoleh klien, ada baiknya kita belajar membangun relasi dengan para profesional. Misalnya, kita dapat mencoba berelasi melalui meninggalkan komentar pada unggahan-unggahan di LinkedIn.

Yang perlu kita perhatikan di sini adalah bagaimana memperkenalkan diri kita ke para calon klien secara baik. Tidak perlu buru-buru menawarkan jasa. Perbanyak interaksi dan diskusi sehingga citra dari diri kita pun dapat dilihat oleh para profesional.

Baca Juga: Project Management Office: Pengertian, Tugas, dan Gajinya

Semoga ulasan mengenai apa itu virtual assistant ini dapat membuat kita makin memahami peluang apa saja yang bisa kita dapatkan dari profesi tersebut. Jangan lupa terus kembangkan diri dalam menghadapi era digital yang terus maju!

#
Karir
Belajarlagi author:

Jessica Dima

Freelance SEO content writer yang 5+ berpengalaman menulis artikel dengan berbagai topik: pekerjaan, gaya hidup, edukasi, dan kesehatan mental. Selain SEO, ia mempunyai passion khusus pada storytelling.

Temukan Hal Menarik dan Asyik Lainnya

Yuk, Langganan Newsletter Kami

Topik apa yang paling menarik untuk anda?
Thank you! Your submission has been received!
Oops! Something went wrong while submitting the form.
Cookie Consent

By clicking “Accept”, you agree to the storing of cookies on your device to enhance site navigation, analyze site usage, and assist in our marketing efforts. View our Privacy Policy for more information.